Senin, 08 Maret 2010

Sinopsis Tak Bertuan

....malaikat bersayap hitam itu berdatangan silih berganti
sebagian dengan pakaian yg indah dan sebagian tidak beralaskan kaki
satu-persatu berlutut mematahkan sayap-sayapnya satu persatu
setelah ini kami pun akan mersakan setiap kepedihan
walau hanya angin yg melewati sela-sela kulit, atau air yg menyentuh kekeringan
atau telapak kaki yng melangkah diatas kesunyian....

setiap cerita menyimpan sebuah berita
terkadang indah dan tak jarang hanya kesedihan
dan setiap keindahan akan berakhir kesedihan
dan kesedihan akan berakhir keindahan
berulang tp tak sama berulang....
tak satu pun akan mengerti apa arti semua itu hingga suatu hari
hari dimana semua mulut adalah diam
semua mata adalah buta semua rasa hanyalah penyesalan
tangis adalah sia-sia, dan tawa adalah terlarang

tak ada yang mau menghadapai hari itu seperti mayat hidup,
bahkan nafas mu pun meyakiti mu laksana jarum menusuk di setiap sisi kulit mu...
tp jika tidak pun dada mu terasa mau meledak.

dari semua hanya ada satu keindahan yang tak lekang oleh siksaan dan penderitaan
yang tak bisa di tukar dengan nyawa sekalipun,
bahkan di tukar dengan bumi beserta isi nya
yaitu keikhlasan yg tulus...
bahwa semua persaan dan rasa itu adalah sebenarnya hampa
bagaimna mungkin tanah bisa berkata dan berpersaan?
tanah itu hanya bisa menumbuhkan...dan meyimpan air
menyimpan setiap sisi kehidupan.

dan sebuah cerita itu akan di mulai bahkan sebelum tersadarkan cerita itu sudah berakhir...
dan berakhir tanpa sadar kapan cerita itu di mulai..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar